Berita
UIN Jogja Perkuat Kolaborasi PMB dan Akademik dengan UIN Cirebon
Penguatan PMB, KKN, dan Mutu Akademik
UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta terus memperluas jejaring kerja sama dengan berbagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) sebagai bagian dari komitmen membangun pendidikan tinggi Islam yang unggul, adaptif, dan berdaya saing global. Salah satu langkah strategis tersebut diwujudkan melalui penguatan kolaborasi dengan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam bidang penerimaan mahasiswa baru (PMB), pengembangan akademik, penjaminan mutu, hingga pengabdian kepada masyarakat.
Kolaborasi ini dibahas dalam pertemuan yang berlangsung di Ruang Rapat Senat Gedung Rektorat UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Senin (27/7/2026). Ketua Pusat Admisi UIN Sunan Kalijaga, Handini, S.I.Kom., M.I.Kom., hadir bersama tim memenuhi undangan Kepala Pusat Admisi dan Promosi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Basiran, S.Ag., M.A., untuk berbagi pengalaman dan praktik baik dalam pengelolaan admisi serta pengembangan kelembagaan.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Kerja Sama, dan Alumni UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Prof. Dr. H. Hajam, M.Ag., Ketua Lembaga Penjaminan Mutu Prof. Dr. Hj. Ria Yulia Gloria, M.Pd., Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat dan Sustainable Development Goals (SDGs) LPPM Dr. Budi Manfaat, M.Si., perwakilan Pascasarjana, Duta UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, serta jajaran pimpinan lainnya.
Dalam forum tersebut, UIN Sunan Kalijaga memaparkan pengalaman mengelola sistem admisi yang telah diterapkan secara terintegrasi selama lebih dari satu dekade. Sistem tersebut menjadi pintu masuk seluruh calon mahasiswa dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari sarjana, magister, hingga doktor.
Ketua Pusat Admisi UIN Sunan Kalijaga, Handini, S.I.Kom., M.I.Kom., menjelaskan bahwa sistem admisi terpusat memberikan kemudahan dalam pelayanan sekaligus mendukung tata kelola yang efektif, transparan, dan akuntabel.
"Kami menyebut admisi sebagai imigrasinya UIN Sunan Kalijaga. Siapa pun yang ingin menjadi bagian dari keluarga besar UIN Sunan Kalijaga, baik jenjang sarjana, magister, maupun doktor, seluruhnya masuk melalui satu pintu. Dengan sistem yang terintegrasi, proses pelayanan menjadi lebih efektif, akuntabel, dan mudah dikembangkan," jelas Handini.
Menurutnya, semangat kolaborasi menjadi fondasi penting dalam pengembangan PTKIN di Indonesia.
"Di UIN Sunan Kalijaga kami memiliki prinsip bahwa PTKIN bukanlah kompetitor, melainkan kolaborator. Best practice yang kami miliki akan jauh lebih bermanfaat apabila dapat dibagikan dan dikembangkan bersama demi kemajuan pendidikan tinggi Islam di Indonesia," tambahnya.
Pemaparan tersebut mendapat apresiasi dari jajaran pimpinan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon yang melihat pengalaman UIN Sunan Kalijaga sebagai referensi dalam penguatan sistem admisi, pengembangan layanan akademik, hingga peningkatan kualitas tata kelola perguruan tinggi.
Selain penguatan sistem PMB, kedua perguruan tinggi juga membahas berbagai peluang kolaborasi akademik, di antaranya pengembangan program Fast Track yang memungkinkan mahasiswa melanjutkan studi magister secara lebih efektif, kerja sama seleksi mahasiswa Pascasarjana, hingga pengembangan berbagai inovasi layanan akademik.
Sinergi juga diarahkan pada pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Nusantara berbasis regional sebagai bentuk kolaborasi pengabdian kepada masyarakat yang melibatkan mahasiswa dari kedua institusi. Program ini diharapkan mampu memperluas pengalaman belajar mahasiswa sekaligus memperkuat jejaring antar-PTKIN dalam memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat.
Kolaborasi tersebut juga mencakup penguatan penjaminan mutu, peningkatan publikasi ilmiah, serta pengembangan internasionalisasi perguruan tinggi sebagai bagian dari upaya bersama meningkatkan kualitas pendidikan tinggi keagamaan Islam di Indonesia.
Sebagai simbol komitmen bersama, kegiatan ditutup dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dan pertukaran cendera mata yang menandai kesepakatan untuk memperluas kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan kelembagaan.
Melalui kolaborasi ini, UIN Sunan Kalijaga kembali menegaskan komitmennya sebagai perguruan tinggi yang terbuka untuk berbagi praktik baik, memperkuat sinergi antar-PTKIN, serta mendorong peningkatan mutu pendidikan tinggi Islam menuju standar nasional dan internasional.
Bagi masyarakat yang ingin melanjutkan pendidikan di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, saat ini masih tersedia beberapa jalur penerimaan mahasiswa baru. Pendaftaran Program Magister (S2) dan Doktor (S3) Gelombang I Semester Ganjil, termasuk Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) jenjang Magister (S2), masih dibuka hingga 31 Juli 2026. Pada jenjang sarjana, Gelombang II (gelombang terakhir) Program Studi Kedokteran juga masih menerima pendaftaran hingga 31 Juli 2026. Selain itu, International Undergraduate Program (IUP) Gelombang II masih dibuka hingga 10 Agustus 2026.
UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta mengimbau seluruh calon mahasiswa untuk selalu mengakses informasi PMB melalui kanal resmi. Informasi mengenai persyaratan, jadwal, mekanisme, dan tata cara pendaftaran tersedia secara lengkap di admisi.uin-suka.ac.id. Untuk memperoleh layanan konsultasi, calon pendaftar dapat menghubungi WhatsApp Admin Admisi di 0817-2302-020. Selain itu, masyarakat juga dapat mengikuti akun Instagram @admisi.uinsk agar tidak ketinggalan informasi, pengumuman, maupun agenda penting selama proses Penerimaan Mahasiswa Baru berlangsung. (Tim Media Admisi)