Berita
Perkenalkan Fakultas Kedokteran, UIN SUKA Hadir di Banjarmasin
PMB Kedokteran Dibuka Hingga 31 Juli 2026
UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta melalui Pusat Admisi bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran menyelenggarakan Sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) pada Senin (29/6/2026). Kegiatan berlangsung secara luring di Aula Zafry Zamzam, Lantai 3 Gedung Rektorat Kampus I UIN Antasari Banjarmasin serta disiarkan secara daring melalui Zoom Meeting sehingga dapat diikuti peserta dari berbagai daerah.
Kegiatan ini merupakan langkah strategis UIN Sunan Kalijaga dalam memperluas akses informasi pendidikan tinggi sekaligus memperkenalkan Fakultas Kedokteran yang resmi dibuka pada tahun 2026. Sosialisasi juga menjadi momentum mempererat kolaborasi antar Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) dalam meningkatkan mutu sumber daya manusia Indonesia.
Penyelenggaraan kegiatan mendapat dukungan penuh dari Pusat Promosi dan Penerimaan Mahasiswa Baru Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Antasari Banjarmasin. Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua LPM UIN Antasari Dr. Ridha Darmawaty, M.Pd., Koordinator Admisi, unsur pimpinan, sivitas akademika, guru, kepala sekolah, siswa, serta perwakilan pondok pesantren dari berbagai wilayah Kalimantan Selatan. Beberapa sekolah yang hadir di antaranya MAN Insan Cendekia Tanah Laut, SMAN 1 Banjarbaru, Pondok Pesantren Darul Hijrah, hingga MA Terpadu Darul Fallah Bogor.
Acara dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan UIN Antasari, Dr. Muhdi, M.Ag., yang mewakili Rektor UIN Antasari. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi sinergi yang terjalin antara UIN Antasari dan UIN Sunan Kalijaga.
"Kolaborasi seperti ini sangat penting untuk memperkuat jejaring antar-PTKIN. Tidak hanya memperkenalkan program studi kepada masyarakat, tetapi juga menjadi ikhtiar bersama dalam mencetak generasi unggul yang memiliki daya saing global tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman," ujar Dr. Muhdi.
Ia juga menegaskan bahwa lulusan perguruan tinggi keagamaan Islam harus memiliki keseimbangan antara kompetensi akademik, profesionalisme, dan karakter religius.
"Lulusan UIN tidak cukup hanya unggul secara akademik, tetapi juga harus mampu mengintegrasikan ilmu pengetahuan dengan nilai-nilai Islam sehingga memberi manfaat nyata bagi masyarakat," tambahnya.
Salah satu sesi yang paling menarik perhatian peserta adalah pemaparan mengenai Fakultas Kedokteran UIN Sunan Kalijaga yang disampaikan oleh Pelaksana Tugas Dekan Fakultas Kedokteran, dr. Murtafiqoh Hasanah, Sp.S.
Dalam paparannya, dr. Murtafiqoh menjelaskan bahwa Program Studi Kedokteran UIN Sunan Kalijaga resmi dibuka pada Mei 2026 dan diresmikan oleh Menteri Agama RI pada 4 Juni 2026. Kehadiran fakultas ini menjadi tonggak baru pengembangan ilmu kedokteran di lingkungan PTKIN.
"Kami ingin menghadirkan pendidikan kedokteran yang tidak hanya melahirkan dokter yang kompeten secara klinis, tetapi juga dokter yang humanis, berintegritas, dan memiliki landasan nilai-nilai keislaman dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat," jelas dr. Murtafiqoh.
Menurutnya, paradigma pendidikan kedokteran modern tidak lagi hanya berfokus pada aspek biologis, tetapi juga memperhatikan dimensi psikologis, sosial, dan spiritual pasien.
"Kesehatan harus dipandang secara utuh. Karena itu, pendidikan di Fakultas Kedokteran UIN Sunan Kalijaga dirancang agar mahasiswa mampu memberikan pelayanan kesehatan yang holistik sesuai perkembangan ilmu kedokteran dan nilai-nilai kemanusiaan," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa Fakultas Kedokteran UIN Sunan Kalijaga memiliki kekhasan akademik melalui pengembangan keilmuan pada bidang preventif dan promotif penyakit muskuloskeletal, khususnya bagi kelompok lanjut usia.
"Fokus ini menjadi identitas akademik kami. Melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, kami berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia," tambahnya.
Pada sesi berikutnya, Pusat Admisi UIN Sunan Kalijaga yang diwakili Nurul MS., S.T., M.M. memaparkan berbagai jalur seleksi penerimaan mahasiswa baru dari jenjang Sarjana, Magister, hingga Doktor. Materi yang disampaikan meliputi persyaratan pendaftaran, tahapan seleksi, jadwal, mekanisme pembayaran, hingga registrasi ulang.
Perhatian peserta banyak tertuju pada mekanisme penerimaan mahasiswa Program Studi Kedokteran yang merupakan program studi baru di UIN Sunan Kalijaga. Berbagai pertanyaan mengenai persyaratan, tahapan seleksi, daya tampung, hingga prospek lulusan disampaikan peserta dalam sesi diskusi yang berlangsung interaktif.
Dalam kesempatan tersebut, ia mengajak para peserta sosialisasi untuk memanfaatkan kesempatan pendaftaran yang masih dibuka dan menyebarluaskan informasi ini kepada masyarakat sekitar.
"Fakultas Kedokteran menjadi salah satu program studi baru yang sangat diminati. Kami mengajak calon mahasiswa untuk mempersiapkan diri sejak dini dan memanfaatkan kesempatan pendaftaran pada Gelombang II yang berlangsung mulai 9 hingga 31 Juli 2026 melalui laman admisi.uin-suka.ac.id," ujarnya.
Suasana sosialisasi semakin semarak melalui berbagai permainan edukatif dan yel-yel yang melibatkan seluruh peserta. Kegiatan berlangsung hangat, komunikatif, dan interaktif sehingga peserta tidak hanya memperoleh informasi mengenai PMB UIN Sunan Kalijaga, tetapi juga merasakan pengalaman sosialisasi yang menyenangkan.
Melalui kegiatan ini, UIN Sunan Kalijaga berharap semakin banyak calon mahasiswa, khususnya dari Kalimantan Selatan dan wilayah sekitarnya, yang memperoleh informasi akurat mengenai berbagai program studi unggulan, termasuk Fakultas Kedokteran. Sosialisasi ini juga menjadi wujud komitmen UIN Sunan Kalijaga dalam memperluas akses pendidikan tinggi berkualitas sekaligus mencetak lulusan yang unggul, profesional, berkarakter, dan berlandaskan nilai-nilai keislaman. (Tim Media Admisi)